Lawar adalah hidangan khas yang sangat ikonik dari Bali. Kuliner tradisional ini berupa campuran sayur-sayuran, parutan kelapa yang dibumbui, dan daging cincang. Lawar bukan sekadar makanan sehari-hari, melainkan bagian penting dari berbagai upacara adat dan keagamaan Hindu di Bali.
Serabi Bali (atau sering disebut sebagai Jaja Laklak) adalah kudapan tradisional khas Pulau Dewata yang memiliki karakter berbeda dengan serabi dari daerah Jawa. Jika serabi Jawa umumnya cenderung lembut, tebal, dan bersantan, Serabi Bali justru tampil dengan ukuran yang lebih mungil, tekstur yang lebih garing, dan cita rasa yang lebih ringan.
Rujak Kuah Pindang adalah salah satu kuliner eksotis dan paling ikonik dari Pulau Bali. Berbeda dengan rujak pada umumnya di Indonesia yang menggunakan bumbu kacang atau saus gula merah kental, rujak khas Bali ini menggunakan kuah kaldu ikan sebagai bahan utama sausnya.
Perpaduan antara segarnya buah-buahan tropis dengan gurih-asin-pedas dari kaldu ikan membuat hidangan ini memiliki sensasi rasa yang sangat unik dan adiktif.
Bebek Betutu adalah salah satu hidangan paling sakral dan ikonik dari Bali. Betutu sendiri berasal dari kata "tutu" yang berarti dibakar atau dimasak dengan cara dipanggang dalam sekam, dan "be" yang berarti daging. Hidangan ini merupakan perpaduan teknik memasak kuno yang membutuhkan kesabaran tinggi dengan kekayaan rempah khas Bali yang sangat kompleks.
Ayam Betutu adalah salah satu hidangan kebanggaan masyarakat Bali, yang secara teknis dan filosofis serupa dengan Bebek Betutu, namun menggunakan ayam sebagai bahan utamanya. Hidangan ini merupakan perpaduan antara teknik memasak tradisional yang lambat dan kekayaan rempah khas Bali yang sangat kompleks.